
Harian Bernas – Yogyakarta, 11 Oktober 1992
Timur Sinar Suprabana
Cuaca
jenuh menulis Puisi, aku melukis
bikin upacara kecilkecilan
buat mengenangkanmu secara pribadi
bidang, warna, dan garis
melapang di tiap tarikan napas
tapi di mana kamu
seperti lantas terasa ada yang terlupa
alangkah minta diingat segala luka
pernyataan cinta yang fana
bagai tibatiba
cuaca menggoda akar, batangbatang pohon,
dahandahan, dedaunan, dan Rumah kita
…..
setiap Sunyi tapi
di sini
pada keengganan itu
kita, betapa senantiasa merahasia
Semarang, Oktober ’92
