Karya Timur Media Massa

Olahan
Pindai.

Koleksi buku, media cetak, kliping, naskah, dan berbagai dokumen fisik yang telah dialihmediakan melalui proses pemindaian agar dapat disimpan, ditelusuri, serta dibaca kembali dalam format digital.

Arsip Digital Terdokumentasi

Arsip Digital

Pilih salah satu arsip untuk melihat informasi dokumen dan membaca hasil pemindaian secara lebih lengkap.

  • Cerpen: Kobong [Wawasan]
    PDF / Olahan Pindai

    Cerpen: Kobong [Wawasan]

    Harian Wawasan – Semarang, 17 Juli 1994 Timur Sinar Suprabana Kobong Mula-mula para buruh pabrik itu cuma sekadar grundelan tiap kali mereka saling mempercakapkan jumlah upah harian, uang lembur dan uang makan yang selama ini mereka anggap berada di bawah standar kelayakan. “Opo tumon? Mosok uang makan kok mung satus!” “Lha, yo! Tapi bagaimana? Kenyataannya…

  • Cerpen: Sebelum A, Sesudah Z [Wawasan]
    PDF / Olahan Pindai

    Cerpen: Sebelum A, Sesudah Z [Wawasan]

    Harian Wawasan – Semarang, 6 Februari 1994 Timur Sinar Suprabana Sebelum A, Sesudah Z MESKI saya bukan seorang lelaki muda yang bahagia tetapi saya selalu dan senantiasa menemui diri sendiri sebagai seorang lelaki muda yang tidak pernah menderita. Dan meski saya bukan seorang lelaki muda yang… “Dia mencintai sekaligus menyetiai lebih dari siapa pun sanggup…

  • Puisi: Stambul Pecah Perang [Wawasan]
    PDF / Olahan Pindai

    Puisi: Stambul Pecah Perang [Wawasan]

    Harian Wawasan – Semarang, 24 Januari 1989 Timur Sinar Suprabana Stambul Pecah Perang Benar memang telah datangkah ia : pewartaan tentang saat-saat penghabisan bagi usia nafas dan gerak kehidupan yang dimakinkiankan tersia Telah menampak nyata tandatandanya langit mewarnawarni pelangi tetapi tidak oleh bias pesona cahya melainkan kerna kobar hasrat menolak tertandingi Kita menggigil dan sekaligus…

  • Puisi: Laut yang Indah Itu [Bernas]
    PDF / Olahan Pindai

    Puisi: Laut yang Indah Itu [Bernas]

    Harian Bernas – Yogyakarta, 27 Desember 1992 Timur Sinar Suprabana Laut yang Indah Itu Laut yang indah itu betapa ia senantiasamemanggil nama kita,seperti halnya tiap pelayaranbukankah memang mesti punya tepian menjauh makinkita berjarak dengan segala rasa ingin,tetapi rindualangkah terlanjur menjadi Candu di uratcinta berharap bisa membebas dari jerat,melupa saat saat saling berdekapdan membiarkan udara mendadak…

  • Puisi: Cuaca [Bernas]
    PDF / Olahan Pindai

    Puisi: Cuaca [Bernas]

    Harian Bernas – Yogyakarta, 11 Oktober 1992 Timur Sinar Suprabana Cuaca jenuh menulis Puisi, aku melukisbikin upacara kecilkecilanbuat mengenangkanmu secara pribadibidang, warna, dan garismelapang di tiap tarikan napastapi di mana kamu seperti lantas terasa ada yang terlupaalangkah minta diingat segala lukapernyataan cinta yang fanabagai tibatibacuaca menggoda akar, batangbatang pohon,dahandahan, dedaunan, dan Rumah kita….. setiap Sunyi…

  • Esai: Daur Ulang [Suara Merdeka]
    PDF / Olahan Pindai

    Esai: Daur Ulang [Suara Merdeka]

    Semarang – Suara Merdeka, 10 November 1991 DENTING Daur Ulang RAJIN-rajinlah membaca dan mendokumentasikan berita-berita pada rubrik berita kota, teristimewa untuk berita-berita kriminal. Bukan tidak mustahil jika pada saatnya nanti dokumentasi Anda akan sangat bermanfaat. Berita pencurian arca Kwan-Im dari sebuah kelenteng kecil misalnya, terbukti bisa didaur ulang (!) menjadi bagian dari suatu ceritera seri…

  • Cerpen: Kemarin Ia Datang Pagi-pagi Sekali [Suara Merdeka]
    PDF / Olahan Pindai

    Cerpen: Kemarin Ia Datang Pagi-pagi Sekali [Suara Merdeka]

    Suara Merdeka – Semarang, 14 Juli 1991 Timur Sinar Suprabana Kemarin Ia Datang Pagi-pagi Sekali Saya baru hendak beranjak dari ranjang untuk membuka jendela kamar. Dan segera pula mengurangkannya, ketika mendengar mesin mobil yang memasuki pelataran rumah saya. Seperlintasan detik pertanyaan lebih tertuju pada diri sendiri, “siapa?” Keingintahuan itu pula yang sepertinya menggerakkan badan, tubuh,…

  • Cerpen: Pengantin Kardus [Wawasan]
    PDF / Olahan Pindai

    Cerpen: Pengantin Kardus [Wawasan]

    Harian Wawasan – Semarang, 5 Mei 1991 Timur Sinar Suprabana Pengantin Kardus SAYA harus datang itu. Harus. Tidak bisa tidak, Saya harus datang, itu. yang kemudian ia nyatakan dalam kegembiraan yang berkesan pongah ketika untuk kali pertama, melalui seorang sahabat, ia mendengar kabar bahwa pada tanggal empat Juli, saat saya genap berusia dua puluh delapan…

  • Cerpen: Romansa Mengenai nan Tak Kunjung Sampai [Wawasan]
    PDF / Olahan Pindai

    Cerpen: Romansa Mengenai nan Tak Kunjung Sampai [Wawasan]

    Harian Wawasan – Semarang, 14 Januari 1990 Timur Sinar Suprabana Romansa Mengenai nan Tak Kunjung Sampai Pernah suatu hari dalam hidup, lima atau tujuh tahun kepungkur, aku ada bersama perasaan percaya dan kenyataan mempercayai terhadap pesona mengenai pemikiran tentang hal-hal yang tak terfikirkan. Eksistensi. Ide. Aku. Ada. Nama. Segala yang tak mukim. Melayang. Mencintai. Menyetial.…

  • Puisi: Rindu pada Ibu [Harian Kartika]
    PDF / Olahan Pindai

    Puisi: Rindu pada Ibu [Harian Kartika]

    Harian Kartika – Semarang, 9 April 1989 Timur Sinar Suprabana Rindu Pada Ibu makin menjelma kian ini rinduterhadap wajah dan hati ibuhabis suara nyerunyerusampai sunyi mengeras dalam kalbu ……… sebagai jendela yang senantiasa terbukasebagai angin yang menghela gugusmega sebagai ombak di luas samudrasebagai potret lamaterhadap diri, jiwa, hidup, usiasiapa meniupkan nyawa ……… ketika bahkan terhadap…

  • Puisi: Romansa Daun Gugur [Bali Post]
    PDF / Olahan Pindai

    Puisi: Romansa Daun Gugur [Bali Post]

    Denpasar – Bali Post, 26 Februari 1989 Timur Sinar Suprabana Romansa Daun Gugur seperti daun gugursiapamelayang di hampa udara hati bengkelaiharapan membangkai entah kenapapengin lekas usai bebas dari beban usia

Karya Timur Media Massa

Jelajahi dokumentasi visual lainnya.

Lihat Foto Asli untuk menelusuri berbagai dokumentasi visual Timur Sinar Suprabana beserta konteks dan penjelasan dari setiap foto.

Foto Asli →