Arsip Digital · Olahan Pindai

Puisi: Cuaca [Bernas]

Harian Bernas – Yogyakarta, 11 Oktober 1992 Timur Sinar Suprabana Cuaca jenuh menulis Puisi, aku melukisbikin upacara kecilkecilanbuat mengenangkanmu secara pribadibidang, warna, dan garismelapang di tiap tarikan napastapi di mana kamu seperti lantas terasa ada yang terlupaalangkah minta diingat segala lukapernyataan cinta yang fanabagai tibatibacuaca menggoda akar, batangbatang pohon,dahandahan, dedaunan, dan Rumah kita….. setiap Sunyi…

Jenis Arsip Olahan Pindai
Akses Dokumen Digital
Format PDF / Hasil Digitalisasi
← Kembali ke Olahan Pindai
Pratinjau Arsip Representasi visual dokumen hasil digitalisasi

Harian Bernas – Yogyakarta, 11 Oktober 1992 Timur Sinar Suprabana Cuaca jenuh menulis Puisi, aku melukisbikin upacara kecilkecilanbuat mengenangkanmu secara pribadibidang, warna, dan garismelapang di tiap tarikan napastapi di mana kamu seperti lantas terasa ada yang terlupaalangkah minta diingat segala lukapernyataan cinta yang fanabagai tibatibacuaca menggoda akar, batangbatang pohon,dahandahan, dedaunan, dan Rumah kita….. setiap Sunyi…

Harian Bernas – Yogyakarta, 11 Oktober 1992

Timur Sinar Suprabana

Cuaca

jenuh menulis Puisi, aku melukis
bikin upacara kecilkecilan
buat mengenangkanmu secara pribadi
bidang, warna, dan garis
melapang di tiap tarikan napas
tapi di mana kamu

seperti lantas terasa ada yang terlupa
alangkah minta diingat segala luka
pernyataan cinta yang fana
bagai tibatiba
cuaca menggoda akar, batangbatang pohon,
dahandahan, dedaunan, dan Rumah kita
…..

setiap Sunyi tapi
di sini
pada keengganan itu

kita, betapa senantiasa merahasia

Semarang, Oktober ’92

02 · Dokumen Digital

Baca hasil pindai.

Gunakan pembaca dokumen untuk menelusuri halaman hasil digitalisasi. Dokumen dapat diperbesar, diperkecil, dan dibaca langsung melalui halaman ini.

Harian Bernas – Yogyakarta, 11 Oktober 1992

Timur Sinar Suprabana

Cuaca

jenuh menulis Puisi, aku melukis
bikin upacara kecilkecilan
buat mengenangkanmu secara pribadi
bidang, warna, dan garis
melapang di tiap tarikan napas
tapi di mana kamu

seperti lantas terasa ada yang terlupa
alangkah minta diingat segala luka
pernyataan cinta yang fana
bagai tibatiba
cuaca menggoda akar, batangbatang pohon,
dahandahan, dedaunan, dan Rumah kita
…..

setiap Sunyi tapi
di sini
pada keengganan itu

kita, betapa senantiasa merahasia

Semarang, Oktober ’92

Arsip Digital Timur Sinar Suprabana

Telusuri hasil digitalisasi lainnya.

Lihat Olahan Pindai →
×

Harian Bernas – Yogyakarta, 11 Oktober 1992 Timur Sinar Suprabana Cuaca jenuh menulis Puisi, aku melukisbikin upacara kecilkecilanbuat mengenangkanmu secara pribadibidang, warna, dan garismelapang di tiap tarikan napastapi di mana kamu seperti lantas terasa ada yang terlupaalangkah minta diingat segala lukapernyataan cinta yang fanabagai tibatibacuaca menggoda akar, batangbatang pohon,dahandahan, dedaunan, dan Rumah kita….. setiap Sunyi…