
Harian Kartika – Semarang, 9 April 1989
PUISI PUISI
TIMUR SINAR SUPRABANA:
RINDU PADA IBU
makin menjelma kian ini rindu
terhadap wajah dan hati ibu
habis suara nyerunyeru
sampai sunyi mengeras dalam kalbu
………
sebagai jendela yang senantiasa terbuka
sebagai angin yang menghela gugusmega
sebagai ombak di luas samudra
sebagai potret lama
terhadap diri, jiwa, hidup, usia
siapa meniupkan nyawa
………
ketika bahkan terhadap kekasih kita pun melupa
ketika tibatiba keengganan untuk sua menggoda
apakah bisa kamu tidak bercakap dengan hati
apakah sanggup kamu memutus janji
ketika terhadap ibu
tiba-tiba rindu
………
ah
betapa lama pada ibu
aku tak rindu
sampai ini jiwa
belah jadi dua
resah
