
Dharma, 4 April 1982
Timur Sinar Suprabana Undurkan Diri dari Lomba Baca Puisi
Malam final Lomba baca & Tulis puisi Radio IBC, pada tanggal 12 Maret kemarin telah berlangsung di Gedung Wisma Pancasila Semarang. Malam itu selain dilanjutkannya Lomba baca puisi untuk babak final juga merupakan malam Pengumuman pemenang lomba kedua-duanya. Adapun untuk selingan acara pada malam itu, telah dipertunjukkan berbagai macam hiburan, yang antara lain: Band Avita Semarang, Lawak, dan Central Puisi (oleh Teater Modo — SMA PPSP). Serta aksi sosial dari radio IBC yang memberikan pakaian pantas pakai kepada PMI cabang Semarang.
Dari lomba tulis puisi, hasil-hasil yang telah diputus kan oleh dewan juri yang terdiri dari: Bambang Sadono SY (KP5); Ragil S (Syndikat penulis Yogya); dan Drs S. Suharni (IKIP Semarang) adalah sebagai berikut: Telah terpilih sebanyak 102 buah puisi yang cukup baik penyajian gaya bahasanya (dari 1459 puisi yang masuk), serta 10 buah puisi yang masuk nominasian. Dari nominasi inilah 6 puisi yang terpilih menjadi juaranya yang masing-masing berjudul: “Alam & Adam & Aku & Kau Satu” karya Suko so DM (Purworejo); “Pantai Parangtritis suatu senja” karya Achmadun Yosy H (Yogya); “Surat dari dusun” karya Elysa Rani (Semarang); “Surat putih buat menteri PPLH” karya Untung Surendro (Semarang); dan “Bangun pagi-pagi, jalan-jalan didesaku” karya Suradji (Klaten), yang masing-masing selaku juara I, II, III dan juara Harapan I dan II.
Kemudian untuk lomba baca puisi, dewan juri yang terdiri dari: Nazib Kerta pati (Pati); Ragil Wiratno (Semarang); Nung Runua (Kendal) setelah melakukan sidang, memutuskan: Timur Sinar Suprabana; Sekar Tunggal; dan Tisnaningsih, sebagai juara I, II, dan III. Sedangkan untuk juara harapan I, II, dan III telah diraih masing-masing oleh: Kessy Nur S; Yus Amrisan; dan Siti Khotijah. Pemenang lomba baca puisi tersebut diatas merupakan pemenang untuk golongan dewasa. Adapun untuk golongan anak-anak masing-masing telah direbut oleh: Dewi Ernawaty; Holly; dan Ira Puspita selaku juara I; II; dan III.
Pada saat pembagian hadiah berlangsung, seorang Timur Sinar Suprabana penyair dari Semarang yang sering menggondol piala itu, telah menyampai maksudnya dihadapan hadirin semua, tentang pengunduran dirinya dalam lomba-lomba baca puisi selanjutnya. ****
(Dharma/nana swara sama).
Dokumentasi Karya dan Pengetahuan Maestro
Artikel ini merupakan bagian dari dokumentasi digital perjalanan, kegiatan, karya, dan jejak kebudayaan Timur Sinar Suprabana.
