Arsip Digital · Olahan Pindai

Puisi: Laut yang Indah Itu [Bernas]

Harian Bernas – Yogyakarta, 27 Desember 1992 Timur Sinar Suprabana Laut yang Indah Itu Laut yang indah itu betapa ia senantiasamemanggil nama kita,seperti halnya tiap pelayaranbukankah memang mesti punya tepian menjauh makinkita berjarak dengan segala rasa ingin,tetapi rindualangkah terlanjur menjadi Candu di uratcinta berharap bisa membebas dari jerat,melupa saat saat saling berdekapdan membiarkan udara mendadak…

Jenis Arsip Olahan Pindai
Akses Dokumen Digital
Format PDF / Hasil Digitalisasi
← Kembali ke Olahan Pindai
Pratinjau Arsip Representasi visual dokumen hasil digitalisasi

Harian Bernas – Yogyakarta, 27 Desember 1992 Timur Sinar Suprabana Laut yang Indah Itu Laut yang indah itu betapa ia senantiasamemanggil nama kita,seperti halnya tiap pelayaranbukankah memang mesti punya tepian menjauh makinkita berjarak dengan segala rasa ingin,tetapi rindualangkah terlanjur menjadi Candu di uratcinta berharap bisa membebas dari jerat,melupa saat saat saling berdekapdan membiarkan udara mendadak…

Harian Bernas – Yogyakarta, 27 Desember 1992

Timur Sinar Suprabana

Laut yang Indah Itu

Laut yang indah itu betapa ia senantiasa
memanggil nama kita,
seperti halnya tiap pelayaran
bukankah memang mesti punya tepian

menjauh makin
kita berjarak dengan segala rasa ingin,
tetapi rindu
alangkah terlanjur menjadi Candu

di urat
cinta berharap bisa membebas dari jerat,
melupa saat saat saling berdekap
dan membiarkan udara mendadak penyap

tapi alangkah ini tak gampang
kerna telah terlanjur pernah berpantang bimbang,

seperti laut yang indah itu
betapa ia senantiasa memanggili nama kita

dalam tidur
sepanjang umur,
tak melupa
: seperti nekad menestapa

Semarang, 1992

02 · Dokumen Digital

Baca hasil pindai.

Gunakan pembaca dokumen untuk menelusuri halaman hasil digitalisasi. Dokumen dapat diperbesar, diperkecil, dan dibaca langsung melalui halaman ini.

Harian Bernas – Yogyakarta, 27 Desember 1992

Timur Sinar Suprabana

Laut yang Indah Itu

Laut yang indah itu betapa ia senantiasa
memanggil nama kita,
seperti halnya tiap pelayaran
bukankah memang mesti punya tepian

menjauh makin
kita berjarak dengan segala rasa ingin,
tetapi rindu
alangkah terlanjur menjadi Candu

di urat
cinta berharap bisa membebas dari jerat,
melupa saat saat saling berdekap
dan membiarkan udara mendadak penyap

tapi alangkah ini tak gampang
kerna telah terlanjur pernah berpantang bimbang,

seperti laut yang indah itu
betapa ia senantiasa memanggili nama kita

dalam tidur
sepanjang umur,
tak melupa
: seperti nekad menestapa

Semarang, 1992

Arsip Digital Timur Sinar Suprabana

Telusuri hasil digitalisasi lainnya.

Lihat Olahan Pindai →
×

Harian Bernas – Yogyakarta, 27 Desember 1992 Timur Sinar Suprabana Laut yang Indah Itu Laut yang indah itu betapa ia senantiasamemanggil nama kita,seperti halnya tiap pelayaranbukankah memang mesti punya tepian menjauh makinkita berjarak dengan segala rasa ingin,tetapi rindualangkah terlanjur menjadi Candu di uratcinta berharap bisa membebas dari jerat,melupa saat saat saling berdekapdan membiarkan udara mendadak…